Polisi Ungkap Dugaan Ujaran Kebencian Kasus Bahar Bin Smith Berkaitan Ceramah di Bandung

Polisi mengungkap dugaan ujaran kebencian kasus Bahar Bin Smith berkaitan dengan ceramahnya di Margaasih, Bandung, Jawa Barat pada 11 Desember 2021. Ceramah itu pun direkam dan dibagikan sejumlah akun media sosial. "Perkembangannya adalah ini berawal dari ceramah yang disampaikan oleh BS pada tanggal 11 Desember 2021 di Margaasih Kabupaten Bandung. Dimana setelah ceramah di upload di salah satu akun YouTube kemudian disebarkan di media sosial," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/12/2021).

Ramadhan menjelaskan akun YouTube yang membagikan video ceramah Bahar Bin Smith berinisal TR. Namun, dia masih enggan untuk menjelaskan detil konten ceramah Bahar Bin Smith. Ramadhan menuturkan pihaknya akan mengungkap isi konten tersebut setelah memeriksa Bahar Bin Smith pada Senin, 3 Januari 2021.

"Ujaran kebencian ini tentunya belum dilakukan pemeriksaan. Kita akan lakukan pemeriksaan dulu. Ujaran kebencian yang disampaikan pada tanggal 11 Desember 2021," jelas Ramadhan. Hingga saat ini, kata Ramadhan, penyidik telah memeriksa sebanyak 34 orang saksi. Saksi yang diperiksa berasal dari saksi ahli hingga saksi pelapor yang mengetahui peristiwa tersebut. "Jadi seluruhnya ada 34 saksi," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Suntana menyampaikan pihaknya telah meningkatkan kasus yang menjerat Bahar bin Smith dari penyelidikan menjadi penyidikan pada Rabu (29/12/2021). Sebagaimana diketahui, kasus yang menjerat Bahar bin Smith terkait dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). "Penyidik Polda Jawa Barat sudah meningkatkan proses hukum yang menjerat BS menjadi penyidikan," ujar Suntana dalam keterangannya, Rabu (28/12/2021).

Penyidik Polda Jawa Barat, kata Suntana, sudah menyerahkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Bahar bin Smith di kediamannya di Bogor pada Selasa, 28 Desember kemarin. "Penyerahan SPDP sudah dilakukan kepada terlapor," pungkasnya. Dalam kasus ini, Bahar bin Smith dijerat dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan atau permusuhan individu dan atau kelompok berdasarkan SARA.

Hal itu sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.